Sehat, Makmur dan Sejahtera

Archive for November 2007

Persepsi makanan bergizi itu mahal, ternyata tidaklah benar. Banyak bahan makanan yang bergizi atau berkualitas tinggi harganya murah serta mudah didapat, sebut saja Tempe. Tempe kaya kandungan protein dan bisa menawar racun didalam tubuh, karena kandungannya seperti yang dimiliki susu murni atau putih telur. Prof. Dr. Anna Poedjiadi (Dasar-dasar Biokimia) mengatakan ion-ion positif yang dapat mengendapkan protein antara lain ialah Ag+, Ca2+, Zn2+, Hg2+, Fe2+, Cu2+ dan Pb2+. “Berdasarkan sifat tersebut putih telur atau susu dapat digunakan sebagai antidotum atau penawar racun apabila orang keracunan logam berat,” katanya.

Kandungan protein tempe berbeda dengan kandungan protein dalam kacang kedele (sumber bahan bakunya), terutama dalam proses penyerapan, karena pada tempe telah melalui proses fermentasi )oleh jamur Rhizopus Oligosporus) sehingga protein yang terkandung di dalamnya telah mengalami proses degradasi oleh jamur hingga memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Selain itu tempe memiliki kandungan antioksidan, memiliki kandungan Genistein yang bisa mencegah kanker prostat, kanker payudara dan mencegah osteoporosis (kerapuhan tulang), dan dapat menanggulangi anemia lantaran tersedianya zat besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), protein dan asam folat dan vitamin B12.

Kesimpulannya, tempe memiliki kandungan vitamin B12 antara 3,9-5 ug/100 gr, vitamin B lainnya, yaitu Niacin dan Riboflavin (vitamin B2). Tempe dapat mencukupi keperluan kalsium sebanyak 20% dan zat besi sebanyak 56% dari standar gizi yang dianjurkan. Tempe juga mengandung protein yang tinggi (8,3%), sedangkan kandungan hidrat arangnya rendah. (rj)

Iklan

Sinarmas World School menggelar launch event untuk memperkenalkan sekolah bertaraf internasional yang berlokasi di BSD City, Serpong, Tangerang tersebut ke publik pada Sabtu, 3 Nopember 2007. Pada acara yang digelar di Damai Indah Golf & Country Club itu juga diumumkan dimulainya penerimaan murid baru Sinarmas World School untuk tahun ajaran baru Juli 2008 mendatang.
Representative Sinarmas Grup, Indah Wijaya yang hadir dan memberikan sambutan pada acara tersebut mengatakan, kehadiran Sinarmas World School merupakan bagian dari komitmen Sinarmas Grup untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan nasional Indonesia. “Melalui Sinarmas World School ini, kami ingin menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang handal agar bisa bersaing di dunia global,” kata Indah. Hadir pula dalam acara tersebut, CEO Sinarmas World School John McBryde, Executive Principal Sinarmas World School Kathryn Young, dan Jay J. Litman, AIA dari Fielding Nair International yang merupakan Senior Planning Consultant and Architect Sinarmas World School, Direksi PT BSD serta undangan lainnya.
Sinarmas World School Campus berdiri di atas lahan seluas 51.946 m2 dan berlokasi di Jl. Pahlawan Seribu, CBD Lot XV, Kelurahan Cilenggang, Serpong, BSD City, Tangerang. Sekolah ini juga akan dilengkapi fasilitas pendukung pendidikan seperti perpustakaan/media center, theater, pusat teknologi, lapangan olahraga (tennis, kolam renang, basket, dan sepakbola), serta taman bermain.
Pada tahap pertama akan dibangun fasilitas sebanyak 6 (enam) gedung yang dikhususkan untuk pendidikan tingkat elementary (kelompok bermain hingga tingkat SD kelas 4). “Pembangunan fisik fasilitas tersebut tengah dilakukan saat ini. Pada Juli 2008 atau ketika tahun ajaran baru dimulai, fasilitas tersebut sudah bisa digunakan. Sedangkan fasilitas gedung untuk SD kelas 5 hingga SMA kelas 3 akan selesai pada Desember 2008,” kata Sofia Tanuwaty, Public Relations Sinarmas World School.
Untuk informasi dan pendaftaran penerimaan siswa, sekolah ini juga telah menyediakan Sinarmas World School Admissions Center yang beralamat di Kompleks Ruko Golden Boulevard II Blok Q3-Q5, Jalan Pahlawan Seribu, BSD City Tangerang, dengan telepon 021-53161400, atau melalui website http://www.sws.co.id. (*)

Sakit dan penyakit tidaklah datang dengan sendirinya, sebagian besar disebabkan karena faktor lingkungan dan manusianya itu sendiri. Hanya sedikit yang terjadi karena faktor bawaan. Oleh karena itu kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak dini sangat menentukan masa depan kesehatan dan kehidupan manusia itu sendiri. Salah satunya adalah dengan konsumsi nutrisi, vitamin, mineral, serat dan antioksidan yang cukup.

Cuka Apel Tahesta adalah salah satu minuman kesehatan yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin setiap harinya. Kandungan unsur nutrisi, vitamin, mineral, serat, enzim, asam amino dan anti oksidan yang telah tersempurnakan dan dioptimalkan oleh saccharomyces serevisiae sangat besar manfaatnya untuk mencegah dan mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Seperti yang sudah dibuktikan oleh konsumsi Cuka Apel Tahesta yang satu ini.

“Awalnya saya konsumsi Tahesta, karena ingin BAB (Buang Air Besar) dan buang angin saya bisa lancar. Karena sejak kecil saya memang menderita sembelit dan bahkan setiap BAB butuh waktu satu jam sendiri. Susah banget!”, tegas Romlah, ibu 10 anak. Dengan berat badan 88 kg dan tinggi badan hanya 150 cm, Romlah memiliki resiko besar terserang penyakit degeneratif.” Sejak kurang lebih 18 tahun lalu, beragam penyakit mulai dari maag, amndel, jantung, hypotensi (tekanan darah rendah), diabetes, hingga paru-paru kotor pun menghampiri saya. Dan karena berbagai penyakit tersebut saya langganan opname di Puskesmas dan Rumah Sakit setempat”, ungkap warga Ketimang, Wonoayu-Sidoarjo ini.

Sekitar tahun 2003, Romlah pun coba mengkonsumsi Tahesta setelah disarankan teman akrabnya yang sudah lebih dahulu konsumsi. “Awalnya saya sudah minum dua sendok makan Tahesta ditambah madu atau gula pasir satu sendok makan, atau juga tanpa pemanis lalu diseduh dengan air. Diminum tiga kali sehari, setelah makan dan satu jam kemudian minum obat dari dokter. “Alhamdulillah rutin minum Tahesta kini saya tidak pernah opname lagi dan saya jadi agak langsing, karena BAB saya bisa turun 20 kg. Melihat penyakit saya lenyap, anak-anak saya pun sekarang konsumsi semua, takut tidak mau terkena penyakit seperti ibunya” lanjut janda kelahiran Sidoarjo, tahun 1958. Sumber: Warta Kota